Sabtu, 07 Februari 2015

Diduga dianiaya polisi, Maulana meninggal dengan muka lebam

Jakarta 1 Februari 2015-Maulana Rusadi (23) warga Getak, Sumberagung, Moyudan, Sleman meninggal setelah dirawat selama sepuluh hari di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta, Minggu (1/2) sekitar pukul 09.15 Wib.


Penyebab kematian Maulana pun masih menjadi teka-teki bagi pihak keluarga. Pasalnya, saat dilarikan ke rumah sakit Maulana dalam kondisi luka lebam bagian muka dan kepala belakang.

Menurut Bibi korban, Suhartinah dia mendapat informasi dari polisi melalui ibu korban, korban ditangkap polisi lalu dipukuli oleh polisi. Kejadian tersebut bermula ketika korban sedang berada di rumah temannya, tiba-tiba di datangi polisi, lalu disekap dan dimasukan dalam mobil.

"Kata polisi dia ngejambret, terus ditangkap, sewaktu ditangkap pakai mobil dia loncat dari mobil, jadi kemudian dilarikan ke rumah sakit," katanya pada wartawan di Instalasi Kedokteran Forensik RS Gatot subroto, Selasa (3/1).

Namun ketika Suhartinah melihat luka korban, dia merasa curiga. Karena luka lebam seperti itu tidak mungkin akibat jatuh dari mobil.

"Kalau temannya dia yang juga ikut disekap cerita mata mereka ditutup terus dinaikkan ke mobil. Saat di mobil dia dengar Maulana jerit-jerit dianiaya, sekitar setengah kemudian dia nggak dengar lagi suara Maulana," jelasnya.

Pihak keluarga korban pun mengaku kecewa, pasalnya saat dibawa ke rumah sakit, keluarga tidak diberi kabar. Baru sehari setelah di rumah sakit, dihubungi oleh polisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar